
Yang tersisa dari wajah Ibu Ninda (28 tahun) kini hanyalah ring besi di dalam mulutnya dan air mata yang tak pernah berhenti jatuh. Setiap malam, ia menangis sambil memegangi wajahnya yang perlahan hancur dimakan penyakit.

Semua berawal 10 tahun lalu, dari benjolan kecil sebesar biji jagung di gusi. Awalnya dianggap sepele. Namun benjolan itu tumbuh cepat, menekan jaringan, merusak tulang, hingga menghancurkan seluruh rahangnya.
Kini wajah Bu Ninda telah berubah total: rahangnya hilang, mulutnya terbuka tanpa bentuk, dan luka di dalamnya terus mengeluarkan rasa sakit yang tak tertahankan. Karena tulang rahang sudah habis, dokter terpaksa memasang ring besi di bagian dalam mulutnya agar saluran napas tetap terbuka. Tanpa itu, ia bisa kesulitan bernapas.

Ia tak lagi mampu berbicara, hanya bahasa isyarat yang bisa digunakan. Untuk makan, ia bergantung pada selang yang masuk melalui hidung. Berat badannya terus turun, tubuhnya semakin lemah.
Selama bertahun-tahun ia hanya mengandalkan pengobatan tradisional karena tidak sanggup membayar biaya medis. Ia pernah dirawat di RS Bandung, namun jarak rumah yang 156 km dan biaya hidup selama pengobatan memaksanya berhenti.
Hasil pemeriksaan terakhir menyebutkan kondisinya sudah kronis dan butuh operasi rekonstruksi rahang serta penanganan lanjutan secepat mungkin. Jika terlambat, infeksi bisa menyebar dan berisiko mengancam nyawanya. Namun biaya operasi yang sangat besar jadi kendala. Mereka sudah meminjam ke sana-sini, tetapi tetap tidak cukup untuk melanjutkan pengobatan.
Bu Ninda ditemani suaminya, Pak Billi (30 tahun) yang sehari-hari berjualan kopi keliling dengan sepeda. Penghasilan Pak Billi tak menentu, kadang hanya Rp45.000 sehari bahkan sering pulang tanpa satu pun pembeli. Pernah suatu hari ban sepedanya pecah, ia mendorong sepedanya seharian agar tetap bisa berjualan dan membawa uang pulang untuk istrinya.

Setiap malam, saat istrinya menangis menahan sakit, ia memeluk erat sambil berbisik, “Sabar ya Bu… kita pasti bisa melewati ini.”
#OrangBaik, hari-hari mereka adalah perjuangan antara hidup dan kehilangan harapan. Bu Ninda membutuhkan operasi dan perawatan medis secepat mungkin sebelum infeksi dan kerusakan jaringan semakin parah. Mari bersama bantu Bu Ninda dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
4. Dapatkan laporan melalui email.
![]()
Belum ada Fundraiser