

Mak Uhay: Nenek Tua Berjuang Sendirian untuk Bertahan Hidup

Mak Uhay adalah seorang nenek berusia 80 tahun yang hidup sebatang kara. Setiap hari, meski tubuhnya sudah sangat lemah, ia tetap berjalan kaki berkeliling kampung menjajakan daun singkong yang ia jual dengan harapan ada yang membeli.
Namun, kenyataannya tak semudah itu. Terkadang, dagangannya hanya teronggok tak laku, hanya daun singkong layu di tangannya yang keriput. Dengan penghasilan yang tak menentu hanya sekitar Rp15.000 sehari, bahkan sering kali tidak ada uang yang ia bawa pulang Mak Uhay tetap berusaha tanpa mengeluh. Hanya satu yang ia inginkan: bisa makan dengan layak dan bertahan hidup.

Ia tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot yang sudah lapuk, berjuang tanpa bantuan siapa pun. Tidak ada keluarga yang menemani, tak ada anak yang mengurus. Saat hujan turun, gubuknya kebasahan, dan dirinya hanya bisa menunggu sampai air berhenti masuk ke dalam.
Kadang, ia harus menahan lapar seharian karena tidak ada uang untuk membeli beras. Makanan yang ia makan seringkali hanya seadanya, sering kali daun singkong yang ia jual. Tiap malam, Mak Uhay tertidur dalam kesepian, berharap hari esok lebih baik.
"Saya hanya ingin bisa makan dengan layak dan tidak merasa sendirian," ujar Mak Uhay, suaranya bergetar, mengenang hari-hari yang ia jalani dalam kesendirian.
#OrangBaik,
Mak Uhay sudah terlalu lama berjuang sendirian. Ia hanya ingin bisa bertahan hidup dengan sedikit bantuan dari kebaikan orang lain. Mari bantu Mak Uhay, agar ia tidak merasa terabaikan lagi dan bisa menjalani sisa hidupnya dengan sedikit kebahagiaan.
Dengan setiap bantuan yang diberikan, Anda memberi harapan baru untuk seorang nenek yang hanya ingin hidup tanpa merasa takut atau lapar. Jangan biarkan Mak Uhay berjuang sendirian lagi. Ayo beri dia dukungan yang sangat ia butuhkan.
Cara Berdonasi:
Setiap bantuan Anda, sekecil apapun, sangat berarti bagi Mak Uhay untuk dapat hidup lebih baik dan merasakan sedikit kebaikan di masa tuanya.
![]()
Belum ada Fundraiser