
Dulu, Rifki adalah anak yang aktif dan penuh semangat. Ia suka bermain bola, berlari, dan bercita-cita menjadi seorang tentara. Namun kini, cita-cita itu harus tertunda.

Benjolan besar di lututnya membuat Rifki tak lagi bisa berjalan, bahkan menggulingkan badan pun terasa menyakitkan.
“Sakitnya nyebar ke seluruh badan, tiap digerakin aja rasanya kayak ditusuk,” ucap Rifki pelan sambil menahan air mata.

Semua berawal ketika Rifki terjatuh di sekolah. Awalnya dikira hanya memar biasa, ia dibawa ke tukang urut. Namun bukannya membaik, benjolan di lututnya justru terus membesar dari hari ke hari.
Saat diperiksa dokter, hasilnya membuat hati Bu Sulasni ibunya hancur berkeping. Benjolan itu ternyata ganas dan bisa mengancam nyawa Rifki. Jika tidak segera dioperasi, dokter khawatir infeksi menyebar dan menyebabkan amputasi.
Di usianya yang baru 13 tahun, Rifki seharusnya bisa berlari, bermain, dan belajar bersama teman-temannya. Namun yang ia lakukan sekarang hanya berbaring lemah di kasur, menahan nyeri hebat di lututnya yang membengkak dan terus membesar. Setiap malam, Rifki sering menangis kesakitan hingga tak bisa tidur. Tangisannya sering terdengar sampai ke luar rumah, membuat ibunya tak kuasa menahan air mata.
“Saya cuma bisa doa, semoga anak saya gak sampai diamputasi…” ujar Bu Sulasni lirih sambil mengusap kepala anaknya.

Ibunya Bu Sulasni Setiap hari ia berkeliling menjajakan es cincau, dari pagi hingga sore, berharap dagangannya laku agar bisa membeli obat untuk Rifki. Namun hasil jualannya sangat kecil kadang hanya Rp30.000–Rp40.000 sehari, dan itu pun belum tentu cukup untuk makan mereka berdua.
“Jangankan buat berobat ke rumah sakit, buat makan aja kadang susah,” ucap Bu Sulasni dengan mata berkaca-kaca.
Barang-barang berharga sudah habis dijual.

Pengobatan Rifki pun sempat terhenti karena tidak ada biaya sama sekali. Kini, Bu Sulasni hanya bisa berdoa dan berharap agar masih ada jalan untuk kesembuhan anaknya.
#OrangBaik,
Rifki kini benar-benar butuh bantuan kita. Benjolan di lututnya semakin besar dan dokter menyarankan tindakan segera agar tidak diamputasi. Namun tanpa biaya, ia hanya bisa menahan sakit di rumah bersama ibunya. Mari kita bantu Rifki agar bisa melanjutkan pengobatan, agar cita-citanya untuk menjadi tentara tak berhenti di tengah jalan. Cara Berdonasi:
Sekecil apa pun bantuanmu sangat berarti untuk Rifki.
Bantuanmu bisa menjadi jalan agar ia kembali sehat, berdiri dengan tegak, dan mengejar cita-cita yang sempat tertunda.
![]()
Belum ada Fundraiser