
“Om, tante.. Jangan takut lihat wajahku. Aku jualan kerupuk untuk operasi tumor di wajahku” ucap Dini.
***
Selama 11 tahun Dini hidup dengan kondisi separuh wajahnya hancur akibat benjolan tumor yang terus membesar. Mirisnya juga selama itu pula ia tak pernah sekali pun berobat atau menjalani operasi untuk pengangkatan tumor.
Ia dan kedua orang tuanya hidup bawah garis kemiskinan. Biaya operasi tumor yang mencapai ratusan juta tak pernah menjadi pilihan bagi Dini untuk bisa jalani masa kecilnya dengan ‘normal’.
Meski begitu, Dini masih punya tekad kuat untuk sembuh. Ia berusaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan berjualan kerupuk atau jajanan sepulang sekolah. Tapi ternyata kenyataan tak seindah yang ia bayangkan karena banyak pembeli yang kabur saat melihat wajahnya.
Untung yang dibawa pulang Dini tak banyak, hanya Rp25 Ribu itupun jika semuanya laku terjual. Tapi dengan uang sejumlah itu hanya cukup untuk kebutuhannya sehari-hari.
Meski Dini berusaha tegar dengan kondisinya, ia lebih sering menyendiri karena malu dengan kondisinya. Karena nggak semua teman-temannya mau menerima atau malah menghina.
Sahabat yang baik, masih ada harapan bagi Dini untuk sembuh dari tumor wajah dan meraih masa depannya. Namun ia tak bisa melakukannya tanpa dukunganmu. Bantu dengan cara:
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik