
Abah Karna adalah seorang lansia penjual sayuran keliling.
Setiap hari, ia berjalan belasan kilometer menyusuri jalan kampung, tanpa kendaraan, tanpa keluhan.

Dengan langkah yang sudah rengkuh, Abah Karna memikul dua karung sayuran di pundaknya.
Sayuran itu bukan miliknya. Ia hanya menjualkan punya orang lain, berharap ada pembeli agar ia mendapat sedikit bagian.
Penghasilannya sangat kecil.
Dalam sehari, Abah Karna hanya memperoleh sekitar Rp20.000, itu pun jika dagangannya laku semua.
Sering kali, ia pulang tanpa membawa apa-apa.
Tubuh Abah Karna sudah sangat renta.
Tangannya sering gemetar, badannya ikut bergetar saat berdiri terlalu lama.
Wajahnya keriput dan letih, menyimpan jejak perjuangan panjang yang tak pernah berhenti.
Namun beban Abah Karna jauh lebih besar dari sekadar mencari makan.

Sesampainya di rumah, ia masih harus merawat istrinya yang menderita sakit komplikasi dan tak berdaya.
Ia menyiapkan makan, membantu kebutuhan harian, dan menjaga istrinya seorang diri.
Anaknya yang seharusnya menjadi sandaran hidup, mengalami gangguan mental dan tidak mampu menopang keluarga.
Sementara itu, menantunya lumpuh, sehingga tidak bisa bekerja.
Abah Karna pun harus menanggung hidup cucu-cucunya, memastikan mereka tetap bisa makan setiap hari.
Di usia senja, ia memikul tanggung jawab yang seharusnya tidak lagi ia pikul.
Rumah yang mereka tinggali pun sudah hampir roboh.
Dinding rapuh, atap bocor, dan kondisi rumah sangat memprihatinkan.
Ada hari-hari ketika dagangannya tidak laku sama sekali.
Saat itu, Abah Karna sering kelaparan di tengah jalan.
Agar tetap kuat melangkah dan bisa pulang, ia terpaksa memakan sayuran dagangannya sendiri.
Bukan karena ingin, tapi karena tidak ada pilihan lain.
Meski tubuhnya gemetar, langkahnya berat, dan hidupnya penuh beban,
Abah Karna tak pernah berhenti berjalan.
Ia tetap berangkat setiap pagi dengan satu harapan sederhana:
bisa memberi makan istri, anak, menantu, dan cucu-cucunya hari itu.
#OrangBaik,
Abah Karna sudah terlalu lama berjuang sendirian.
Di usia yang seharusnya beristirahat, ia masih harus memikul beban hidup satu keluarga.
Mari kita bantu Abah Karna agar ia tidak lagi menahan lapar di jalan,
dan bisa menjalani hari-harinya dengan lebih layak bersama keluarganya.
Cara Berdonasi
Sekecil apa pun bantuanmu akan sangat berarti
bagi seorang kakek yang terus melangkah meski tubuhnya sudah sangat lelah.