
Penglihatannya Kian Samar, Pak Fauzi Tetap Jualan Kerupuk Demi Keluarga
Dulu, Pak Fauzi adalah seorang suami yang selalu berusaha bertanggung jawab kepada keluarganya.

Apa pun pekerjaannya, selama halal dan bisa membawa pulang uang untuk makan, Pak Fauzi akan menjalaninya. Baginya, yang terpenting adalah istri dan keluarganya bisa tetap bertahan.
Namun kehidupan Pak Fauzi berubah ketika suatu hari matanya tiba-tiba terasa sakit.

Awalnya ia berharap rasa sakit itu segera menghilang. Namun bukannya membaik, kedua matanya justru mulai membengkak, terus berair, dan penglihatannya perlahan menjadi semakin samar.
Hari demi hari kondisinya memburuk.

Kini kedua mata Pak Fauzi membengkak dan ia sudah tidak bisa melihat dengan jelas seperti sebelumnya.
Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosis Pak Fauzi mengalami Dysthyroid Optic Neuropathy serta ulkus kornea ec keratitis eksposur. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan dan kontrol medis berkelanjutan karena telah mengganggu kondisi mata serta fungsi penglihatannya.
Bagi Pak Fauzi, kehilangan kemampuan melihat dengan jelas menjadi pukulan yang sangat berat.
Namun yang paling ia pikirkan bukan dirinya sendiri.
Ia memikirkan keluarganya.
Ia memikirkan uang kontrakan.
Ia memikirkan apa yang bisa dimakan bersama istrinya esok hari.
Karena itulah, meski penglihatannya semakin terganggu dan kondisi kedua matanya memprihatinkan, Pak Fauzi tetap memaksakan diri berjualan kerupuk di pinggir jalan.
Dengan pandangan yang semakin samar, ia duduk menunggu orang-orang yang lewat membeli dagangannya.
Bukan karena tubuhnya masih kuat.
Bukan pula karena penyakitnya tidak terasa sakit.
Namun karena jika ia tidak berjualan, ia tidak tahu dari mana keluarganya bisa mendapatkan uang untuk bertahan hidup.
“Mata saya sudah tidak bisa melihat jelas, tapi saya harus tetap usaha. Kalau tidak jualan, buat makan dari mana?” ucap Pak Fauzi lirih.
Di sisi lain, sang istri, Bu Ade, juga tidak tinggal diam.
Bu Ade bekerja sebagai tukang cuci dan gosok pakaian milik tetangga. Dari satu rumah ke rumah lainnya, ia menerima pekerjaan apa pun yang bisa menghasilkan sedikit uang.
Penghasilannya tentu tidak seberapa.
Namun dari uang itulah Bu Ade berusaha membeli beras, memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menemani perjuangan pengobatan suaminya.
Berbagai cara sebenarnya sudah mereka lakukan.
Demi membawa Pak Fauzi berobat, sepeda motor satu-satunya telah dijual.
Ketika uang kembali habis, mesin cuci ikut dilepas.
Satu per satu peralatan rumah tangga yang masih memiliki nilai pun terpaksa dijual.
Apa pun yang bisa berubah menjadi biaya pengobatan, mereka relakan.
Namun sampai hari ini, perjuangan Pak Fauzi belum selesai.
Penyakitnya belum juga sembuh dan penglihatannya masih sangat terganggu.
Kini hampir tidak ada lagi barang berharga yang bisa mereka jual.
Pak Fauzi dan Bu Ade pun tidak memiliki rumah sendiri. Mereka hanya tinggal berdua di sebuah kontrakan sempit, menjalani kehidupan dengan penghasilan seadanya.
Pengobatan Pak Fauzi memang menggunakan BPJS. Namun perjuangan mereka tidak berhenti di sana. Jarak dari rumah menuju rumah sakit yang jauh membuat Pak Fauzi dan istrinya masih harus memikirkan biaya transportasi, akomodasi selama pengobatan, bekal makan, kebutuhan pendamping, serta berbagai kebutuhan lain yang tidak seluruhnya ditanggung BPJS.
Setiap kali jadwal kontrol tiba, mereka kembali dihadapkan pada pilihan sulit: dari mana mendapatkan ongkos untuk pergi ke rumah sakit sementara kebutuhan makan dan kontrakan pun masih harus dipenuhi?
Meski demikian, Pak Fauzi belum menyerah.
Di tengah penglihatannya yang semakin samar, ia masih mencoba duduk di pinggir jalan menjajakan kerupuk.
Sementara Bu Ade terus menerima cucian dan setrikaan dari tetangga.
Dua orang ini sedang berjuang dengan cara yang mereka bisa, hanya agar tetap makan, dan Pak Fauzi bisa terus berobat.
#OrangBaik, Bantu Pak Fauzi Pertahankan Penglihatannya
Pak Fauzi masih membutuhkan pengobatan dan pemeriksaan lanjutan agar kondisi kedua matanya mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
Bantuan #OrangBaik nantinya akan digunakan untuk membantu pengobatan, kebutuhan medis yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan hidup Pak Fauzi dan Bu Ade selama pengobatan berlangsung.
Mereka telah menjual motor.
Mesin cuci dan barang-barang rumah pun telah dilepas.
Namun perjuangan Pak Fauzi masih belum selesai.
Mari bantu Pak Fauzi agar keterbatasan biaya tidak menghentikan pengobatannya dan ia tetap memiliki harapan untuk mempertahankan penglihatannya.
Sekecil apa pun bantuan dari #OrangBaik akan sangat berarti bagi perjuangan Pak Fauzi dan Bu Ade.
![]()
Belum ada Fundraiser