
Tidak ada yang pernah menyangka, sakit gigi yang awalnya dianggap biasa justru menjadi awal penderitaan panjang bagi Firman.

Semua bermula dari nyeri di gigi yang tak kunjung reda. Perlahan muncul benjolan kecil di pipinya. Awalnya hanya sebesar kelereng. Namun hari demi hari, benjolan itu terus membesar.
Dokter mendiagnosis Firman menderita Malignant Neoplasm of Connective and Soft Tissue, kanker ganas pada jaringan ikat dan jaringan lunak. Sejak kelas 5 SD, ia terpaksa berhenti sekolah karena penyakit ini.
Ayahnya, Pak Basuni, hanyalah kuli bangunan dengan penghasilan tak menentu. Demi pengobatan anaknya, ia sudah melakukan segalanya: meminjam uang ke sana kemari, menjual barang berharga, bahkan satu-satunya domba tabungan keluarga pun ikut dijual.

Namun semua itu tetap belum cukup.
Tak tega melihat orang tuanya kesulitan, Firman kini keliling kampung menjajakan barang milik orang lain. Upahnya hanya Rp5.000–Rp10.000, ia kumpulkan demi biaya berobat dan ongkos ke rumah sakit.
Di usia yang seharusnya sekolah… Firman justru harus berjuang melawan kanker.
#OrangBaik, Firman sudah berjuang semampunya.
Maukah kita membantu menyelamatkan masa depannya?
Dengan cara:
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik