

Pak Asep adalah sosok anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya.
Di tengah hidup yang serba kekurangan, ia tetap bertahan merawat ibunya yang sudah lanjut usia dan tak lagi berdaya.
Sejak kecil, hidup Pak Asep sudah penuh ujian.
Saat masih anak-anak, ia pernah mengalami sakit panas yang sangat dahsyat. Sejak itu, kondisi pertumbuhan tubuhnya tidak pernah benar-benar normal. Tubuhnya lemah dan tak sekuat orang pada umumnya.
Ujian hidupnya belum berhenti di sana.
Sudah 7 tahun lamanya Pak Asep hidup dengan kondisi stroke, yang membuat aktivitasnya sangat terbatas.
Jalannya tertatih, geraknya lambat, dan tangannya sering kaku.
Untuk sekadar mengambil segelas air minum pun, ia harus mengumpulkan tenaga sekuat mungkin.
Meski tubuhnya sendiri tidak lagi kuat, Pak Asep tetap mengurus ibunya setiap hari.
Ia menyiapkan makan seadanya, mengambilkan minum, hingga membantu memandikan sang ibu.
Semua ia lakukan sendiri, tanpa bantuan keluarga lain.
Pak Asep dan ibunya tinggal berdua di sebuah gubuk reyot yang jauh dari kata layak.
Lantainya masih tanah, dindingnya hanya anyaman bambu, dan atapnya sering bocor.
Saat hujan turun, air masuk ke dalam rumah dan membuat lantai becek serta licin.
Dalam kondisi tubuh yang sering tidak stabil, Pak Asep kerap terjatuh saat berjalan.
Ketika tubuhnya tersungkur ke lantai tanah, ia kesulitan untuk bangkit kembali.
Tak jarang ia harus berteriak memanggil tetangga, berharap ada yang mendengar dan datang menolongnya berdiri.
Untuk makan, mereka hanya mengandalkan belas kasih orang-orang sekitar.
Kadang hanya nasi dengan garam, itu pun jika ada.
Bahkan pernah dua hari penuh Pak Asep dan ibunya tidak makan sama sekali, karena tidak ada beras yang bisa dimasak.
Namun di tengah segala keterbatasan itu, Pak Asep tidak pernah mengeluh.
Ia hanya ingin satu hal sederhana:
bisa terus merawat ibunya dan bertahan hidup, meski tubuhnya semakin lemah dan hidupnya semakin sempit.
#OrangBaik,
Pak Asep sudah berjuang terlalu lama sendirian.
Dengan kondisi tubuh yang terbatas dan hidup dalam kemiskinan ekstrem, ia tetap bertahan demi ibunya.
Mari kita ringankan beban Pak Asep.
Agar mereka tidak lagi menahan lapar, hidup lebih layak, dan tidak berjuang sendirian dalam kondisi yang sangat berat.
Cara Berdonasi
Sekecil apa pun bantuanmu sangat berarti bagi Pak Asep dan ibunya.
Bantuanmu bisa menjadi harapan bagi dua jiwa yang terus bertahan di tengah keterbatasan.
![]()
Belum ada Fundraiser